loading...

Monday, April 10, 2017

Rasio Profitabilitas suatu Bank

Rasio Profitabilitas


Rasio profitabilitas yaitu rasio yang melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio profitabilitas merupakan aspek fundamental perusahaan, karena selain memberikan daya tarik yang besar bagi investor yang akan menanamkan dananya pada perusahaan juga sebagai alat ukur terhadap efektivitas dan effisiensi penggunaan semua sumber daya yang ada di dalam proses operasional perusahaan. Hanafi dan Halim (1996) mendefinisikan rasio profitabilitas sebagairasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan(profitabilitas) pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu.

a.      ROA (Return Of Asset)

ROA (Return Of Asset) adalah perbandingan antara pendapatan bersih (Net Income) dengan rata-rata aktiva (Average Asset). Return on Asset juga sering disebut sebagai rentabilitas ekonomis merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Dalam hal ini laba yang dihasilkan adalah laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT.

Tahun 2009 :
ROA   =
Laba Bersih
Total Aktiva
=
432.384.000.000
13.393.419.000.000
=
0,032

Tahun 2010 :
ROA   =
Laba Bersih
Total Aktiva
=
328.275.000.000
14.829.089.000.000
=
0,022

Tahun 2011 :
ROA   =
Laba Bersih
Total Aktiva
=
513.113.000.000
21.808.353.000.000
=
0,023

Tahun
Laba Bersih
Total Aktiva
ROA
2009
Rp.432.384.000.000,-
Rp.13.393.419.000.000,-
0,032
2010
Rp.328.275.000.000,-
Rp.14.829.089.000.000,-
0,022
2011
Rp.513.113.000.000,-
Rp.21.808.353.000.000,-
0,023


                                    ROA (Return Of Asset) di Bank Muamalat Indonesia pada tahun 2010 mengalami penurunan yang cukup drastis. Hal tersebut dikarenakan pada tahun 2010 total aktivanya mengalami peningkatan yang cukup tinggi, yaitu mulai dari Rp.13.393.419.000.000,- menjadi Rp.14.829.089.000.000,- hal tersebut yang mempengaruhi penurunan ROA. Sedangkan pada tahun 2011 mengalami peningkatan tetepi tidak mencapai ketinggian seperti tahun 2009 hal itu terjadi karena selain total aktivanya yang meningkat, jumlah laba bersihnya juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu dari angka Rp.328.275.000.000,- meningkat sampai Rp.513.113.000.000,-.

b.      ROE (Return Of Equity)

                 ROE (Return Of Equity) adalah perbandingan antara pendapatan bersih (Net Income) dengan rata-rata modal (Average Equity) atau investasi para pemilik bank. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan modal tertentu. Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham. Meskipun, rasio ini mengukur laba dari sudut pandang pemegang saham, rasio ini tidak memperhitungkan dividend maupun capital gain untuk pemegang saham. Karena itu rasio ini bukan pengukur return pemegang saham yang sebenarnya.
Tahun 2009 :
ROE   =
Laba Bersih
Modal Saham
=
432.384.000.000
492.791.000.000
=
0,877

Tahun 2010 :
ROE   =
Laba Bersih
Modal Saham
=
328.275.000.000
492.791.000.000
=
0,666

Tahun 2011 :
ROE   =
Laba Bersih
Modal Saham
=
513.113.000.000
782.667.000.000
=
0,655

Tahun
Laba Bersih
Modal Saham
ROE
2009
Rp.432.384.000.000,-
Rp.492.791.000.000,-
0,877
2010
Rp.328.275.000.000,-
Rp.492.791.000.000,-
0,666
2011
Rp.513.113.000.000,-
Rp.782.667.000.000,-
0,655

ROE (Return Of  Equty)  pada Bank Muamalat Indonesia mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2011 mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena pada tahun 2010 laba bersihnya mengalami penurunan. Sedangkan pada tahun 2011 laba bersihnya naik, tetapi juga modal sahamnya juga menjadi tinggi, hal tersebut juga mengakibatkan penurunan ROE.

A.    Analisis Time Series

Analisis tima series adalah suatu metode kuantitatif untuk menentukan pola data masa lampau yang telah dikumpulkan secara teratur menurut urutan waktu kejadian.
            Manfaat analisis time series diantaranya :
1.    Membantu mempelajari data masa lampau, sehingga dapat dipelajari faktor-faktor penyebab perubahan untuk pertimbangan perencanaan di masa yang akan datang.
2.    Untuk membantu dalam peramalan.
3.    Membantu dan mempermudah membandingkan satu rangkaian data dengan rangkaian data yang lain.
Secara teoristis, dalam analisis time series hal yang paling menentukan adalah kualitas dan keakuratan dari data-data yang diperoleh, serta waktu atau periode dari data-data tersebut dikumpulkan. Jika data yang dikumpulkan tersebut semakin banyak maka semakin baik pula estimasi atau peramalan yang diperoleh. Sebaliknya, jika data yang dikumpulkan semakin sedikit maka hasil estimasi atau peramalannya akan semakin jelek.

                                    Perhitungan Time Series Laba Bersih :
Tahun
X
Y(Laba)
XY
Tren
2009
1
Rp. 50.192.311.000,-
50.192.311.000
1
164.917.550.000
2010
2
Rp. 170.938.736.000,-
341.877.472.000
4
329.835.110.000
2011
3
Rp. 273.621.603.000,-
820.864.809.000
9
494.752.650.000


Rp. 494.752.650.000,-
1.212.934.592.000
14


            EY     =  
                        =     
                        =   164.917.550.000
            b          =  
                   =  
              =  
=  
=  
=  111.714646.000
a           =  EY - b
            =  164.917.550.000 - 111.714646.000
=  53.202.904.000
Yt        =  a + b (X)
            =  53.202.904.000 + 111.714646.000.(1)
=  164.917.550.000
Yt        =  a + b (X)
                        =  53.202.904.000 + 111.714646.000.(2)
=  329.835.110.000
Yt        =  a + b (X)
            =  53.202.904.000 + 111.714646.000.(3)
=  494.752.650.000
Ada beberapa cara menggambarkan Time Series secara grafik, antara lain :
1.      Setiap pengamatan di dalam Time Series digambarkan sebagai satu titik pada susunan koordinat tegak lurus dengan memakai nilai pengamatan itu sebagai ordinatnya dan angka yang menunjukan waktu sebagai absis. Kemudian kita akan mempunyai grafik deret waktu dalam bentuk scatter diagram.
2.      Hubungkan titik-titik yang berdekatan pada scatter diagram di atas dengan garis-garis lurus, yang kemudian akan diperoleh line chart sebagai grafik dari time series.

No comments:

Post a Comment

KEPUTUSAN PERMOHONAN PEMBIAYAAN Mudharabah Bank Syariah

Manajer tidak akan lepas dari pengambilan keputusan. Pengmabilan keputusan pada dasarnya adalah memilih alternative yang terbaik dari ser...