Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas yaitu rasio yang melihat
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio profitabilitas merupakan
aspek fundamental perusahaan, karena selain memberikan daya tarik yang besar
bagi investor yang akan menanamkan dananya pada perusahaan juga sebagai alat
ukur terhadap efektivitas dan effisiensi penggunaan semua sumber daya yang ada
di dalam proses operasional perusahaan. Hanafi dan Halim (1996) mendefinisikan
rasio profitabilitas sebagairasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan keuntungan(profitabilitas) pada tingkat penjualan, aset, dan modal
saham tertentu.
a. ROA (Return Of Asset)
ROA (Return Of Asset) adalah perbandingan antara
pendapatan bersih (Net Income) dengan rata-rata aktiva (Average
Asset). Return on Asset juga sering disebut sebagai rentabilitas ekonomis
merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua
aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Dalam hal ini laba yang dihasilkan adalah
laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT.
Tahun 2009 :
ROA =
|
Laba
Bersih
|
Total
Aktiva
|
|
=
|
432.384.000.000
|
13.393.419.000.000
|
|
=
|
0,032
|
Tahun 2010 :
ROA =
|
Laba
Bersih
|
Total
Aktiva
|
|
=
|
328.275.000.000
|
14.829.089.000.000
|
|
=
|
0,022
|
Tahun 2011 :
ROA =
|
Laba
Bersih
|
Total
Aktiva
|
|
=
|
513.113.000.000
|
21.808.353.000.000
|
|
=
|
0,023
|
Tahun
|
Laba Bersih
|
Total Aktiva
|
ROA
|
2009
|
Rp.432.384.000.000,-
|
Rp.13.393.419.000.000,-
|
0,032
|
2010
|
Rp.328.275.000.000,-
|
Rp.14.829.089.000.000,-
|
0,022
|
2011
|
Rp.513.113.000.000,-
|
Rp.21.808.353.000.000,-
|
0,023
|
ROA (Return Of
Asset) di Bank Muamalat Indonesia pada
tahun 2010 mengalami penurunan yang cukup drastis. Hal tersebut dikarenakan
pada tahun 2010 total aktivanya mengalami peningkatan yang cukup tinggi, yaitu
mulai dari Rp.13.393.419.000.000,- menjadi Rp.14.829.089.000.000,-
hal tersebut yang mempengaruhi penurunan ROA. Sedangkan pada tahun 2011
mengalami peningkatan tetepi tidak mencapai ketinggian seperti tahun 2009 hal
itu terjadi karena selain total aktivanya yang meningkat, jumlah laba bersihnya
juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu dari angka Rp.328.275.000.000,-
meningkat sampai Rp.513.113.000.000,-.
b. ROE (Return Of Equity)
ROE
(Return Of Equity) adalah perbandingan antara pendapatan bersih (Net
Income) dengan rata-rata modal (Average Equity) atau investasi para
pemilik bank. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba
berdasarkan modal tertentu. Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas dari
sudut pandang pemegang saham. Meskipun, rasio ini mengukur laba dari sudut
pandang pemegang saham, rasio ini tidak memperhitungkan dividend maupun capital
gain untuk pemegang saham. Karena itu rasio ini bukan pengukur
return pemegang saham yang sebenarnya.
Tahun 2009 :
ROE =
|
Laba Bersih
|
Modal
Saham
|
|
=
|
432.384.000.000
|
492.791.000.000
|
|
=
|
0,877
|
Tahun 2010 :
ROE =
|
Laba
Bersih
|
Modal
Saham
|
|
=
|
328.275.000.000
|
492.791.000.000
|
|
=
|
0,666
|
Tahun 2011 :
ROE =
|
Laba
Bersih
|
Modal
Saham
|
|
=
|
513.113.000.000
|
782.667.000.000
|
|
=
|
0,655
|
Tahun
|
Laba Bersih
|
Modal Saham
|
ROE
|
2009
|
Rp.432.384.000.000,-
|
Rp.492.791.000.000,-
|
0,877
|
2010
|
Rp.328.275.000.000,-
|
Rp.492.791.000.000,-
|
0,666
|
2011
|
Rp.513.113.000.000,-
|
Rp.782.667.000.000,-
|
0,655
|
ROE (Return Of Equty) pada Bank Muamalat Indonesia mulai dari tahun
2009 sampai tahun 2011 mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena pada
tahun 2010 laba bersihnya mengalami penurunan. Sedangkan pada tahun 2011 laba
bersihnya naik, tetapi juga modal sahamnya juga menjadi tinggi, hal tersebut
juga mengakibatkan penurunan ROE.
A. Analisis Time Series
Analisis tima
series adalah suatu metode kuantitatif untuk menentukan pola data masa lampau
yang telah dikumpulkan secara teratur menurut urutan waktu kejadian.
Manfaat analisis time series
diantaranya :
1.
Membantu
mempelajari data masa lampau, sehingga dapat dipelajari faktor-faktor penyebab
perubahan untuk pertimbangan perencanaan di masa yang akan datang.
2.
Untuk membantu
dalam peramalan.
3.
Membantu dan
mempermudah membandingkan satu rangkaian data dengan rangkaian data yang lain.
Secara teoristis, dalam analisis time series hal yang paling menentukan
adalah kualitas dan keakuratan dari data-data yang diperoleh, serta waktu atau
periode dari data-data tersebut dikumpulkan. Jika data yang dikumpulkan tersebut
semakin banyak maka semakin baik pula estimasi atau peramalan yang diperoleh.
Sebaliknya, jika data yang dikumpulkan semakin sedikit maka hasil estimasi atau
peramalannya akan semakin jelek.
Perhitungan
Time Series Laba Bersih :
Tahun
|
X
|
Y(Laba)
|
XY
|
Tren
|
|
2009
|
1
|
Rp.
50.192.311.000,-
|
50.192.311.000
|
1
|
164.917.550.000
|
2010
|
2
|
Rp.
170.938.736.000,-
|
341.877.472.000
|
4
|
329.835.110.000
|
2011
|
3
|
Rp.
273.621.603.000,-
|
820.864.809.000
|
9
|
494.752.650.000
|
Rp.
494.752.650.000,-
|
1.212.934.592.000
|
14
|
EY =
=
= 164.917.550.000
b =
=
=
=
=
= 111.714646.000
a = EY - b
= 164.917.550.000 - 111.714646.000
= 53.202.904.000
Yt = a + b (X)
= 53.202.904.000 + 111.714646.000.(1)
= 164.917.550.000
Yt = a + b (X)
= 53.202.904.000 + 111.714646.000.(2)
= 329.835.110.000
Yt = a + b (X)
= 53.202.904.000 + 111.714646.000.(3)
= 494.752.650.000
Ada beberapa
cara menggambarkan Time Series secara grafik, antara lain :
1.
Setiap
pengamatan di dalam Time Series digambarkan sebagai satu titik pada susunan
koordinat tegak lurus dengan memakai nilai pengamatan itu sebagai ordinatnya
dan angka yang menunjukan waktu sebagai absis. Kemudian kita akan mempunyai
grafik deret waktu dalam bentuk scatter diagram.
2.
Hubungkan
titik-titik yang berdekatan pada scatter diagram di atas dengan garis-garis
lurus, yang kemudian akan diperoleh line chart sebagai grafik dari time series.
No comments:
Post a Comment