loading...

Monday, April 10, 2017

Sistem Akuntansi dalam Penerapan PSAK No. 102 di BPRS


Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikondisikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
Demikian pula dengan BPRS  yang dalam sistem operasionalnya sudah menggunakan sistem akuntansi khusus yang bernama IBA System (Islamic Banking Application System) yang dibuat oleh salah satu perusahaan software dari Jakarta yang bergerak dalam bidang desain sistem akuntansi perbankan syariah.
Sistem akuntansi juga tidak terlepas dari yang namanya standar akuntansi, karena standar akuntansi telah menjadi kunci sukses bagi bank syariah dalam melayani masyarakat, sehingga bank syariah harus dapat menyajikan informasi yang cukup, dapat dipercaya, dan relevan bagi para penggunanya, namun tetap dalam konteks syariah Islam. Penyajian informasi semacam itu penting bagi proses pembuatan keputusan ekonomi oleh pihak-pihak yang berhubungan langsung dengan bank syariah.
Demikian pula dengan BPRS  yang telah berdiri sejak tahun 2007 juga menerapkan standar akuntansi dalam kegiatan operasionalnya yaitu dalam hal pencatatan dan pelaporan akuntansinya. Pedoman standar akuntansi yang digunakan oleh BPRS  saat ini khususnya pada transaksi pembiayaan murabahah yaitu PSAK No. 102 tentang Akuntansi murabahah walaupun sebelum mengalami masa perubahan PSAK di tahun 2007 dan mulai berlaku di tahun buku 2008, BPRS  juga sempat mengalami menggunakan PSAK No. 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah.
Adapun proses atau siklus akuntansi pada BPRS  adalah sebagai berikut:


2.      Analisis Perlakuan Akuntansi Murabahah dalam Penerapan PSAK No. 102 di BPRS
Cakupan akuntansi yang tercantum dalam PSAK No. 102 dibahas akuntansi penjual dan akuntansi pembeli. Penjual yang dimaksud di sini adalah pihak bank syariah yang melakukan penjualan kepada pembeli akhir. Akan tetapi, pada kenyataannya BPRS  yang seharusnya berlaku sebagai penjual tidak melakukan penjualan barang atas pesanan nasabah melainkan memberikan pembiayaan  murabahahnya  berupa sejumlah uang kepada nasabah, di mana hal ini disebut dengan akad wakalah.
Oleh karena itu, akan ada beberapa bagian terkait dengan perlakuan akuntansi murabahah dalam PSAK No. 102 terhadap pengakuan dan pengukurannya yang tidak diterapkan oleh BPRS . Adapun perlakuan akuntansinya sebagai berikut:
a.       Pada saat perolehan atau pembelian, aset murabahah diakui sebagai persediaan sebesar biaya perolehan, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Persediaan/Aset Murabahah
xxx

          Kas/Rek. Tabungan Nasabah

xxx

b.      Pada saat pemberian pembiayaan kepada nasabah, terdapat dua jurnal yang dibuat, yaitu:
1)      Pada saat penjualan, persediaan senilai harga pokok, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Piutang Murabahah
xxx

          Persediaan/Aset Murabahah

xxx

2)      Untuk margin yang telah disepakati masuk pada kriteria margin ditangguhkan karena belum diakui sebagai pendapatan, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
  Debet
  Kredit
Piutang Murabahah
  xxx

Margin Murabahah yang Ditangguhkan

  xxx

c.       Pengakuan keuntungan murabahah apabila angsuran lebih dari satu periode maka perlakuannya adalah keuntungan diakui secara proporsional dengan besaran kas yang berhasil ditagih dari piutang Murabahah, metode ini digunakan untuk transaksi murabahah tangguh di mana ada resiko piutang yang tidak tertagih relatif besar dan/atau beban untuk mengelola dan menagih piutang yang relatif besar, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Kas/Rek. Tabungan Nasabah
xxx

          Piutang Murabahah

xxx
Margin Murabahah yang Ditangguhkan
xxx

          Pendapatan Margin Murabahah

xxx

d.      Penyisihan piutang tak tertagih atau Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP)
1)      Pada saat membentuk cadangan, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Beban PPAP Murabahah
xxx

          Cadangan PPAP Murabahah

xxx

2)      Jika terjadi outstanding turun, bank mengakui kelebihan PPAP sebesar selisih lebihnya, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
  Debet
 Kredit
Cadangan PPAP Murabahah
xxx

          Pendapatan  PPAP Murabahah

xxx

3)      Jika terjadi outstanding naik, maka PPAP akan dibebankan kembali, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Beban PPAP Murabahah
xxx

          Cadangan PPAP Murabahah

xxx

e.       Pada saat penerimaan pembayaran angsuran yang diterima dari nasabah dilakukan dengan mendebet rekening nasabah yang ada di bank sebesar harga pokok. Selain itu juga bank juga mengakui pendapatan sebesar margin yang telah disepakati. Adapun untuk mengakui setoran angsuran tersebut, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Kas/Rek. Tabungan Nasabah
xxx

          Piutang Murabahah

xxx
Margin Murabahah yang Ditangguhkan
xxx

          Pendapatan Margin Murabahah

xxx

f.       Potongan angsuran pada saat pelunasan piutang murabahah diberikan kepada nasabah yang melunasi tepat waktu atau lebih cepat dari waktu yang disepakati diakui sebagai pengurang keuntungan Murabahah.
1)      Pemberian potongan (muqosah) hanya berlaku untuk marginnya saja, sedangkan untuk harga pokoknya tetap dibayar sesuai dengan sisa yang harus dibayarkan.
2)      BPRS  memberikan kebijakan potongan (muqosah) kepada nasabah yang melunasi sisa pembayaran angsurannya sebelum jatuh tempo, yaitu nasabah hanya dikenai 3x margin ke depan yang belum dibayarkan. Adapun terdapat dua jurnal yang dibuat adalah:
a)      Angsuran piutang murabahah dinilai sebesar sisa harga pokok, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Kas/Rek. Tabungan Nasabah
xxx

          Piutang Murabahah

xxx

b)      Angsuran margin murabahah dinilai sebesar sisa margin murabahah yang ditangguhkan dikurangi potongan (muqosah) margin, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Margin Murabahah yang Ditangguhkan
xxx

          Pendapatan Margin Murabahah

xxx

c)      Pengakuan potongan (muqosah), jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Margin Murabahah yang Ditangguhkan
xxx

          Piutang Murabahah

xxx

3.      Contoh Kasus Penerapan PSAK No. 102 pada Transaksi Pembiayaan Murabahah di BPRS
Pada tanggal 10 Februari 2013, Tuan Jokowi mengajukan pembiayaan murabahah di BPRS  untuk pembelian sepeda motor merk Honda Supra-X 125, dengan harga perolehan sebesar Rp 20.000.000,-. Atas pembiayaan murabahah tersebut disepakati margin/keuntungan yang akan diterima oleh BPRS  yaitu sebesar Rp 7.240.000,- atau setara dengan 36,2%. Pembayaran akan dilakukan secara angsuran selama 24 bulan, dengan jumlah angsuran per bulannya sebesar Rp 1.135.000,-.
Atas transaksi pembiayaan murabahah di atas, perhitungan dan pencatatan yang dilakukan oleh BPRS  adalah sebagai berikut:
a.       Perhitungan pembiayaan Murabahah, sebagai berikut:
Harga pokok                                                    Rp 20.000.000,-
+
Margin (36,2% x Rp 20.000.000,-)                 Rp   7.240.000,-
Harga jual                                                        Rp 27.240.000,-


Angsuran per bulan   =   Harga jual               
                                                        Jangka waktu                    
                                                     = Rp 27.240.000,-
                                                                    24
                                                     = Rp  1.135.000,-
b.      Pencatatan dalam jurnal-jurnal yang dibutuhkan pada transaksi pembiayaan murabahah di atas, sebagai berikut:
1)      Pada saat perolehan atau pembelian sepeda motor tanggal 10 Februari 2013, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Persediaan/Aset Murabahah
Rp 20.000.000,-

Kas/Rek.   Tabungan Jokowi

Rp 20.000.000,-

2)      Pada saat penjualan kepada Tuan Jokowi tanggal 10 Februari 2013, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Piutang Murabahah
Rp 20.000.000,-

          Persediaan/Aset  Murabahah

Rp 20.000.000,-

3)      Pengakuan atas margin yang telah disepakati antara BPRS  dengan Tuan Jokowi tanggal 10 Februari 2013, jurnal yang dibuat sebagai berikut:


Rekening
Debet
Kredit
Piutang Murabahah
Rp 7.240.000,-

Margin Murabahah yang Ditangguhkan

Rp 7.240.000,-

4)      Pada saat pembayaran angsuran pertama oleh Tuan Jokowi tanggal 10 Maret 2013 maupun angsuran-angsuran berikutnya sampai jatuh tempo nanti sama asalkan tidak menunggak, terdapat dua jurnal yaitu:
a)        Angsuran piutang murabahah tanggal 10 Maret 2013, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Kas/Rek. Tabungan Jokowi
Rp 1.135.000,-

 Piutang Murabahah

Rp 1.135.000,-

b)        Angsuran margin murabahah untuk mengakui pendapatan tanggal 10 Maret 2013, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Margin Murabahah yang Ditangguhkan
Rp 301.667,-

 Pendapatan Margin Murabahah

Rp 301.667,-



Jadwal Pembayaran Angsuran Murabahah Tuan Jokowi
(Dalam Jangka Waktu 24 Bulan)

No.
Tanggal
Harga Jual (Rp)
Harga Pokok (Rp)
Margin (Rp)
Total Angsuran (Rp)


1.
10-Mar-13
  27.240.000,-
  20.000.000,-
    7.240.000,-
    1.135.000,-

2.
10-Apr-13
  26.105.000,-
  19.166.667,-
    6.938.333,-
    1.135.000,-

3.
10-Mei-13
  24.970.000,-
  18.333.334,-
    6.636.666,-
    1.135.000,-

4.
10-Jun-13
  23.835.000,-
  17.500.001,-
    6.334.999,-
    1.135.000,-

5.
10-Jul-13
  22.700.000,-
  16.666.668,-
    6.033.332,-
    1.135.000,-

6.
10-Agust-13
  21.565.000,-
  15.833.335,-
    5.731.665,-
    1.135.000,-

7.
10-Sep-13
  20.430.000,-
  15.000.002,-
    5.429.998,-
    1.135.000,-

8.
10-Okt-13
  19.295.000,-
  14.166.669,-
    5.128.331,-
    1.135.000,-

9.
10-Nop-13
  18.160.000,-
  13.333.336,-
    4.826.664,-
    1.135.000,-

10.
10-Des-13
  17.025.000,-
  12.500.003,-
    4.524.997,-
    1.135.000,-

11.
10-Jan-14
  15.890.000,-
  11.666.670,-
    4.223.330,-
    1.135.000,-

12.
10-Feb-14
  14.755.000,-
  10.833.337,-
    3.921.663,-
    1.135.000,-

13.
10-Mar-14
  13.620.000,-
  10.000.004,-
    3.619.996,-
    1.135.000,-

14.
10-Apr-14
  12.485.000,-
    9.166.671,-
    3.318.329,-
    1.135.000,-

15.
10-Mei-14
  11.350.000,-
    8.333.338,-
    3.016.662,-
    1.135.000,-

16.
10-Jun-14
  10.215.000,-
    7.500.005,-
    2.714.995,-
    1.135.000,-

17.
10-Jul-14
    9.080.000,-
    6.666.672,-
    2.413.328,-
    1.135.000,-



18.
10-Agust-14
    7.945.000,-
    5.833.339,-
    2.111.661,-
    1.135.000,-
19.
10-Sep-14
    6.810.000,-
    5.000.006,-
    1.809.994,-
    1.135.000,-
20.
10-Okt-14
    5.675.000,-
    4.166.673,-
    1.508.327,-
    1.135.000,-
21
10-Nop-14
    4.540.000,-
    3.333.340,-
    1.206.660,-
    1.135.000,-
22.
10-Des-14
    3.405.000,-
    2.500.007-
       904.993,-
    1.135.000,-
23.
10-Jan-15
    2.270.000,-
    1.666.674,-
       603.326,-
    1.135.000,-
24.
10-Feb-15
    1.135.000,-
       833.349,-
       301.651,-
    1.135.000,-


                     -  
                  -
                -
27.240.000,- 

5)      Pada tanggal 10 Oktober 2014 Tuan Jokowi melunasi sisa pembayaran angsurannya 5 bulan sebelum jatuh tempo dengan demikian BPRS  memberikan potongan (muqosah) margin. Tuan Jokowi hanya akan dikenai pembayaran untuk 3x margin ke depan, sedangkan sisanya yang 2x tersebut dianggap sebagai potongannya (muqosah). Dalam artian 3 bulan bayar, 2 bulan potongannya. Adapun perhitungan potongan (muqosah) marginnya sebagai berikut:
Sisa piutang murabahah adalah:
                   Pokok                                    : Rp 5.000.006,-
+
Margin                              : Rp 1.809.994,-   
Jumlah                              : Rp 6.810.000,-
-
Potongan (Muqosah)                    : Rp    603.334,-
Sisa yang dibayar             : Rp 6.206.666,-
a)         Angsuran piutang murabahah dinilai sebesar sisa yang dibayar, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Kas/Rek. Tabungan Jokowi
Rp 6.206.674,-

 Piutang Murabahah

Rp 6.206.674,-

b)        Angsuran margin murabahah dinilai sebesar sisa margin murabahah yang ditangguhkan dikurangi potongan (muqosah), jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Margin Murabahah yang Ditangguhkan
Rp 1.206.660,-

          Pendapatan Margin Murabahah

Rp 1.206.660,-

c)         Pengakuan potongan (muqosah), jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Rekening
Debet
Kredit
Margin Murabahah yang Ditangguhkan
Rp 603.334,-

          Piutang Murabahah

Rp 603.334,-



Jadwal Pembayaran Angsuran Murabahah Tuan Jokowi
(Dengan Pelunasan Dipercepat Sebelum Masa Jatuh Tempo)

No.
Tanggal
Harga Jual (Rp)
Harga Pokok (Rp)
Margin (Rp)
Total Angsuran (Rp)


1.
10-Mar-13
  27.240.000,-
  20.000.000,-
    7.240.000,-
    1.135.000,-

2.
10-Apr-13
  26.105.000,-
  19.166.667,-
    6.938.333,-
    1.135.000,-

3.
10-Mei-13
  24.970.000,-
  18.333.334,-
    6.636.666,-
    1.135.000,-

4.
10-Jun-13
  23.835.000,-
  17.500.001,-
    6.334.999,-
    1.135.000,-

5.
10-Jul-13
  22.700.000,-
  16.666.668,-
    6.033.332,-
    1.135.000,-

6.
10-Agust-13
  21.565.000,-
  15.833.335,-
    5.731.665,-
    1.135.000,-

7.
10-Sep-13
  20.430.000,-
  15.000.002,-
    5.429.998,-
    1.135.000,-

8.
10-Okt-13
  19.295.000,-
  14.166.669,-
    5.128.331,-
    1.135.000,-

9.
10-Nop-13
  18.160.000,-
  13.333.336,-
    4.826.664,-
    1.135.000,-

10.
10-Des-13
  17.025.000,-
  12.500.003,-
    4.524.997,-
    1.135.000,-

11.
10-Jan-14
  15.890.000,-
  11.666.670,-
    4.223.330,-
    1.135.000,-

12.
10-Feb-14
  14.755.000,-
  10.833.337,-
    3.921.663,-
    1.135.000,-

13.
10-Mar-14
  13.620.000,-
  10.000.004,-
    3.619.996,-
    1.135.000,-

14.
10-Apr-14
  12.485.000,-
    9.166.671,-
    3.318.329,-
    1.135.000,-

15.
10-Mei-14
  11.350.000,-
    8.333.338,-
    3.016.662,-
    1.135.000,-

16.
10-Jun-14
  10.215.000,-
    7.500.005,-
    2.714.995,-
    1.135.000,-

17.
10-Jul-14
    9.080.000,-
    6.666.672,-
    2.413.328,-
    1.135.000,-



18.
10-Agust-14
    7.945.000,-
    5.833.339,-
    2.111.661,-
    1.135.000,-
19.
10-Sep-14
    6.810.000,-
    5.000.006,-
    1.809.994,-
    1.135.000,-
20.
10-Okt-14




21
10-Nop-14




22.
10-Des-14




23.
10-Jan-15




24.
10-Feb-15





Dalam prakteknya, penerapan pembiayaan murabahah dengan menyerahkan uang kepada nasabah (bukan barang) di mana BPRS  memberi kuasa kepada nasabah untuk membeli barangnya sendiri sebenarnya hampir sama dengan pemberian kredit pada bank konvensional sehingga kurang sesuai dengan yang ada dalam teori, karena pada dasarnya murabahah merupakan akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan yang disepakati dan bank syariah selaku penjual harus mengungkapkan biaya perolehan barang tersebut kepada pembeli.
Akan tetapi, untuk penerapan PSAK No. 102 pada transaksi pembiayaan murabahah yang ada di BPRS  sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Walaupun ada beberapa bagian yang ada dalam teorinya yaitu PSAK No. 102 tidak diterapkan pada prakteknya seperti perlakuan akuntansi murabahah untuk pengakuan uang muka, dikarenakan uang muka dari nasabah oleh BPRS  langsung dianggap sebagai pengurang pembiayaan yang diajukan sehingga tidak perlu adanya pencatatan dalam perlakuan akuntansinya. Selain itu, BPRS  juga sudah mengikuti ketentuan dari Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan murabahah dan Peraturan dari Bank Indonesia.

No comments:

Post a Comment

KEPUTUSAN PERMOHONAN PEMBIAYAAN Mudharabah Bank Syariah

Manajer tidak akan lepas dari pengambilan keputusan. Pengmabilan keputusan pada dasarnya adalah memilih alternative yang terbaik dari ser...